Home » Sejarah

Sejarah

STKIP Muhammadiyah Aceh Tengah telah berdiri kurang lebih 15 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 10 Desember 2003. Komitmen peningkatan keilmuan dan memajukan wawasan serta pola pikir masyarakat terhadap pendidikan, khususnya didaerah Aceh Tengah dan umumnya di daerah Aceh menjadai tolak ukur para pendiri ketika itu. Para pendiri Antara lain;. Tgk. H. M. Affan Ari Desa (Ketua PDM Aceh Tengah), Tgk Ismail Tampeng, Tgk H. Aliuddin, Tgk. Drs. Ismail Nawar, Tgk. H. Darmawan, Salim Kusnandar, dan Yusmaniar Ibrahim.

STKIP Muhammadiyah Aceh Tengah pada tanggal 16 Mei 2005 mendapatkan pengakuan pendiriannya dan memiliki 5 (lima) prodi yaitu Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, PPKn dan Pendidikan Ekonomi, namun hanya dua prodi yang disetujui izin pembukaannya oleh Kementrian Pendidikan kala itu, yaitu prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan Pendidikan Ekonomi.

Seiring waktu berjalan, STKIP Muhammadiyah Aceh Tengah terus berbenah hingga akhirnya pada tahun 2014 tepatnya pada bulan Mei kedua program studi tersebut telah ter-akreditasi dengan nilai C.  

Dengan bertambahnya jumlah Perguruan Tinggi di Aceh Tengah, akses informasi yang baik sangat dibutuhkan, hal ini sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas pelayanan Informasi dan komunikasi khususnya dalam bidang pendiidikan. Walaupun demikian disadari bahwa masih terdapat beberapa keterbatasan, seperti keterbatasan sarana kampus, system informasi yang belum memadai, serta minimnya buku-buku referensi. Berkaca dari permasalahan tersebut, maka manajemen STKIP – MAT dalam waktu dekat akan mengembangkan system informasi internet melalui pembuatan website yang diharapkan dapat meningkatkan kuantitas mahasiswa serta meningkatkan kualitas system manajemen informasi kampus yang lebih mutakhir.   Disamping itu, dalam meningkatan mutu serta kualitas dosen, STKIP – MAT berpedoman pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru dan dosen mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional bidang pendidikan, yaitu memberdayakan semua warga negara agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas yang dibutuhkan oleh bangsa Indonesia, sehinga peningkatan kemampuan keilmuan serta Tingkat Pendidikan tenaga Pendidik harus lebih diutamakan. Melalui rencana pengembangan dosen ini diharapkan semua dosen tetap yayasan memiliki nilai jual dan daya saing yang mencerminkan semangat untuk meningkatkan dan mengembangkan Pendidikan di daerah Aceh Tengah, salah satunya adalah melalui pengurusan  KUM dan NIDN yang bermuara pada terciptanya loyalitas serta dedikasi yang tinggi tenaga pengajar/ dosen terhadap STKIP Muhammadiyah Aceh Tengah